Hotel Murah di Bandung - Perusahaan game raksasa asal Prancis Gameloft menganjak para penggemar game untuk berkreasi dan menjadikan industri game sebagai karier. Gameloft membuka studio game di Yogyakarta dan akan merekrut sedikitnya 250 orang untuk berkarier dalam dunia game sebagai mata pencaharian.
Ada beberapa lowongan kerja bagi para mahasiswa yang sudah lulus dan mesyarakat luas untuk mengajukan lamaran. Antara lain sebagai game programmer, geme tester, 2d graphic artist, game designer dan video game producer.
“Setelah berkeliling ke beberapa kampus, kami tertarik untuk merekrut alumnus dari berbagai universitas di Yogyakarta, lulusannya sangat berkualitas dan cocok bagi perusahaan kami,” kata Sébastian Auligny, General Director Grup Studio Manager Gameloft saat berada di Yogyakarta, Rabu (22/9).
Produsen permainan digital yang sudah merambah telepun seluler, komputer, game station, dan beberapa waktu lalu sudah masuk ke jejaring sosial sepeti Facebook itu sudah menciptakan ratusan ribu game yang digemari masyarakat. Antara lain gangstar, hero of Sparta, terminator salvation, dan shrek.
Satu-satunya studio Gameloft di Indonesia itu berada di Jalan Laksda Adisucipto Yogyakarta. Alasan produser game itu memilih Yogyakarta karena banyak sumber daya masyarakat yang sangat kapabel di dalam dunia game. Sebab, banyak yang mahir dalam desain grafis, baik dua deminsi maupun video grafisnya.
“Kami juga bekerja sama dengan kampus-kamus universitas di Yogyakarta untuk sharing pengetahuan tentang teknologi dalam industri game,” kata Sébastian.
Ia dan timnya selama tiga bulan berada di Yogyakarta untuk menjajaki potensi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Yogyakarta untuk pengembangan teknologi game.
Gameloft mempunyai target membidik 4 miliar handset (telepon selular) untuk menggunakan game produksinya pada 2012, mempekerjakan 4.000 orang dan saat ini bisa menjual tiga macam game setiap detiknya secara online.
Ditambahkan oleh Samuel Henry, ketua IGDA (International Game Development Asosiation), di Yogyakarta memang ada belasan produser game. Penjualannya pun tidak di Indonesia melainkan ke luar negeri. Produser game itu pun bisa perseorangan atau yang sudah mempunyai PH (production house).
Para gamer (penggemar game) di Yogyakarta tergolong sangat tinggi. Bahkan game satationnya paling nanyak di antara kota-kota lain. Lebih dari 100 game center yang besar (mempunyai lebih 40 monitor) berada di Yogyakarta. Sedangkan game center yang kecil atau yang hanya mempunyai di bawah 40 monitor jumlahnya juga lebih dari 100 tempat.
“Ini peluang bagi para gamer untuk berkreasi di industri game, main game itu tidak negatif, apalagi bisa berkreasi di industri ini maka sangat menguntungkan,” kata Samuel.
Pada Jumat dan Sabtu (24-25/9) juga dibuka career fair di gedung Wanitatama Yogyakarta untuk rekrutmen karyawan Gameloft.
Ada beberapa lowongan kerja bagi para mahasiswa yang sudah lulus dan mesyarakat luas untuk mengajukan lamaran. Antara lain sebagai game programmer, geme tester, 2d graphic artist, game designer dan video game producer.
“Setelah berkeliling ke beberapa kampus, kami tertarik untuk merekrut alumnus dari berbagai universitas di Yogyakarta, lulusannya sangat berkualitas dan cocok bagi perusahaan kami,” kata Sébastian Auligny, General Director Grup Studio Manager Gameloft saat berada di Yogyakarta, Rabu (22/9).
Produsen permainan digital yang sudah merambah telepun seluler, komputer, game station, dan beberapa waktu lalu sudah masuk ke jejaring sosial sepeti Facebook itu sudah menciptakan ratusan ribu game yang digemari masyarakat. Antara lain gangstar, hero of Sparta, terminator salvation, dan shrek.
Satu-satunya studio Gameloft di Indonesia itu berada di Jalan Laksda Adisucipto Yogyakarta. Alasan produser game itu memilih Yogyakarta karena banyak sumber daya masyarakat yang sangat kapabel di dalam dunia game. Sebab, banyak yang mahir dalam desain grafis, baik dua deminsi maupun video grafisnya.
“Kami juga bekerja sama dengan kampus-kamus universitas di Yogyakarta untuk sharing pengetahuan tentang teknologi dalam industri game,” kata Sébastian.
Ia dan timnya selama tiga bulan berada di Yogyakarta untuk menjajaki potensi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Yogyakarta untuk pengembangan teknologi game.
Gameloft mempunyai target membidik 4 miliar handset (telepon selular) untuk menggunakan game produksinya pada 2012, mempekerjakan 4.000 orang dan saat ini bisa menjual tiga macam game setiap detiknya secara online.
Ditambahkan oleh Samuel Henry, ketua IGDA (International Game Development Asosiation), di Yogyakarta memang ada belasan produser game. Penjualannya pun tidak di Indonesia melainkan ke luar negeri. Produser game itu pun bisa perseorangan atau yang sudah mempunyai PH (production house).
Para gamer (penggemar game) di Yogyakarta tergolong sangat tinggi. Bahkan game satationnya paling nanyak di antara kota-kota lain. Lebih dari 100 game center yang besar (mempunyai lebih 40 monitor) berada di Yogyakarta. Sedangkan game center yang kecil atau yang hanya mempunyai di bawah 40 monitor jumlahnya juga lebih dari 100 tempat.
“Ini peluang bagi para gamer untuk berkreasi di industri game, main game itu tidak negatif, apalagi bisa berkreasi di industri ini maka sangat menguntungkan,” kata Samuel.
Pada Jumat dan Sabtu (24-25/9) juga dibuka career fair di gedung Wanitatama Yogyakarta untuk rekrutmen karyawan Gameloft.
Industri Game
Reviewed by Bonita
on
7:13 AM
Rating:
No comments: